Kamis, 25 April 2013

Materi GIZI


Gizi

Wah.... hari berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulanpun berganti tahun, dari kota besar hingga pedesaan, masih ada yang masih kekurangan gizi, sebetulnya ini salah siapa???
orang tua??? atau pemerintah???
banyak kasus tentang gizi buruk yang dibawa ke rumah sakit, tapi rumah sakit menolak untuk merawat pasien tersebut, karena keluarga pasien kurang mampu,,, za kita do'a kan saja mereka agar mendapat pertolongan dari tuhan Yang Maha Esa,,,(Amin)

kita kali ini akan membahas tentang gizi dan kerabat-kerabatnya :


GIZI

zat gizi merupakan kebutuhan sehari-hari, berupa makanan yang terdiri dari bahan-bahan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
1. sumber zat tenaga/kalori/karbohidrat : beras, jagung, ubi, dll.
2. sumber zat pembangun/protein : telur, daging, ikan, udang.
3. sumber zat pengatur : air, vitamin dan mineral, buah-buahan, sayur-mayur.

kurang gizi dapat diakibatkan dari kurangnya makan makanan yang sesuai atau bergizi.
salah satu damapak kekurangan gizi : gondok yaitu pembesaran atau pembengkakan pada leher karena kekurangan yodium garam yang dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan fisik dan mental.

tanda-tanda kekurangan gizi :
1. berat badan turun drastis.
2. wajah sembab, pucat.
3. rambut tipis seperti rambut jagung.
4. kulit keriput seperti orang tua
5. dan lain-lain.

dan kekurangan gizi pada tingkatan yang lebih tinggi dapat mengakibatkan gizi buruk seperti yang diterangkan diatas.... seperti penjelasan dibawah ini :


GIZI BURUK

GIZI BURUK disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, kurang mengkonsumsi makanan dengan baik.

anak-anak yang kurang gizi :
- perkembangan dan pertumbuhan tubuh tidak seperti biasa atau tidak normal.
- lebih rentan tertular atau terserang penyakit.
- menjadi lemah, lesu, lunglai, mudah letih.
- lingkar lengan atas kurang dari 13 cm.
- kulit melepuh dan terkelupas.
- kehilangan otot-otot mereka.

tindakan yang harus diambil
1. beri makan yang sedikitnya 4 kali sehari
2. bantulah pasien untuk makan apabila susah makan.
3. hibur penderita, agar dirinya merasa lebih baik.
4. anjurkan keluarga penderita agar penderita untuk dirujuk ke rumah sakit atau klinik untuk diberi perawatan. 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar